Senin, 31 Juli 2017

Menilik Sejarah Perkembangan Kulkas dari Pertama Kali Ditemukan Hingga Sekarang


Kulkas atau yang disebut juga dengan lemari pendingin adalah suatu penemuan yang berharga dalam kegiatan rumah tangga. 

Fungsi kulkas adalah untuk mendinginkan makanan, minuman dan sangat membantu proses pengawetan bahan makanan. 

Kini benda elektronik ini sudah banyak kita temukan di rumah-rumah, mall, swalayan, industri, rumah sakit untuk pengawetan dan lainnya. 

Namun, sebelum bisa menikmati penemuan ini, ada kisah dibalik kulkas yang menarik disimak.

Sebelum ada kulkas, orang-orang jaman dahulu membawa makanannya ke pinggiran danau bersalju, lalu menyimpannya disana supaya makanan itu awet dan tahan lama. 

Kegiatan itu sudah menjadi tradisi masyarakat Eropa pada kala itu. 

Disamping itu, masih ada cara lainnya yang digunakan untuk mengawetkan makanan, diantaranya melalui pengasapan, pengeringan dan pengasinan. 

Namun, metode dan cara-cara tersebut belum mendapatkan hasil yang sempurna. 

Pada abad ke-11, Ibnu Sina yang merupakan imuwan asal Iran menemukan suatu kumparan pendingin yang dapat mengkondensasi uap dengan aroma cairan dan teknologi ini menghasilkan minyak esensial. 

Penemuan Ibnu Sina ini telah dituangkan pada bukunya. 

Perkembangan penemuan kulkas oleh William Cullen
Setelah itu, ada penemuan lain yang lebih berkembang . William Cullen seorang ilmuwan Skotlandian dari Glasgow University, pada tahun 1784 dia melakukan upaya pengembangan terhadap sebuah mesin pendingin sederhana. 

Dari risetnya William menemukan bahwa makanan yang didingkan akan membuat perkembangbiakan bakteri menurun bahkan tidak bisa berkembang biak. 

Dalam penelitiannya tersebut, William mengambil pompa yang digunakan untuk membuat vakum parsial diatas wadah dietil eter, kemudian dipanaskan. 

Dari hasil proses pemanasan itu, terdapat tekanan uap yang menciptakan bongkahan es kecil. 

Tapi, pada waktu itu belum dipatenkan oleh William Cullen dan alat buatannya itu telah menjadi cikal bakal penemuan kulkas. 

Dilanjutkan oleh Penemuan Jacob Perkins
Setelah penemuan dari Ibnu Sina dan William Cullen, teknologi uap pendinginan kemudian dikembangkan oleh pengrajin Emas asal Amerika yakni Jacob Perkins. 

Sebelum mulai risetnya, dia mempelajari banyak sekali tentang penelitian lemari pendingin. 

Sehingga, dia sudah banyak mempunyai bahan dan salah satu inspirasinya adalah catatan William Cullen. 

Perkins memakai eter dan tekanan uap dengan tujuan untuk membekukan air dan langkah tersebut berhasil. 

Lemari pendingin temuan Jacob Perkins ini, kemudia dilanjutkan oleh Karl Von Linden seorang ilmuwan Jerman. 

Tapi, metode yang digunakan berbeda, dia memanfaatkan bahan kimia (sulfurdioksida, amonia) untuk membekukan air. 

Walaupun nampaknya lebih praktis dan sederhana, tapi kulkas temuam Karl dirasa berbahaya bagi kesehatan kelak. 

Setelah itu, kulkas mulai dikembangkan, kebanyakan saat ini menggunakan bahan freon yang bisa merusak lapisan ozon.

Tapi, setelah itu sudah dikembangkan teknologi Hydro Fluoro Carbon yang lebih ramah lingkungan. 

Anda bisa memperhatikan merek kulkas dan spesifikasinya dalam memilih kulkas terbaik untuk di rumah. 

0 komentar:

Posting Komentar