Sabtu, 04 Februari 2017

Gedung Apotek adi Tempat Kuliner Menarik


Tidak jauh dari kawasan Pasar Glodok, ada sebuah bangunan dua lantai yang menarik di persimpangan jalan. 

Bangunan tersebut pada zaman Batavia adalah Apotek Chung Hwa yang bersejarah, namun kini menjadi tempat kuliner yang asik.

Bangunan yang menjadi sisa Kota Tua Jakarta dibuka kembali pada 2015 lalu. Setelah melalui proses revitalisasi, Apotek Chung Hwa yang sempat terabaikan diubah menjadi restoran Pantjoran Tea House yang menyajikan teh dan kuliner oriental dan mandarin.

Berbicara tentang sejarah Apotek Chung Hwa, bangunan yang berdiri sejak tahun 1928 itu berada di pintu masuk jalan Pecinan di Pancoran. 

Gedung tersebut terkenal karena papan reklame Bayer dan Aspirin yang besar di sisi depannya. 

Lingkungan sekitar bangunan Apotek Chung Hwa makin ramai dengan berbagai transportasi dan aktivitas perdagangan. 

Nama kawasan Patekoan yang menjadi sebutan lokasi ini dulu memiliki arti 'delapan teko' yang berkaitan dengan sosok kapten Tiongkok Ganjie yang selalu menyediakan delapan teko teh di rumahnya.

Kapten Ganjie diceritakan selalu mengizinkan siapa saja singgah ke rumahnya untuk minum teh gratis. 

Hal ini kemudian menginspirasi Old Town Revitalization Corporation (JOTRC) yang bekerjasama dengan Pemprov DKI Jakarta untuk mempertahankan tradisi teko teh gratis untuk orang-orang yang melewati Pantjoran Tea House. 

Bangunan ini sempat tenggelam pada 1997 karena banyaknya pertokoan besar yang menggantikan pasar tradisional, serta pelebaran jalan di sekitar Apotek Chung Hwa. 

Sampai akhirnya, bangunan apotek tidak lagi terawat dan hancur, sementara masih dimanfaatkan pedagang kaki lima. 

Kemudian, pada 16 Desember 2015, bangunan Apothek Chung Hwa direvitalitasi dan difungsikan sebagai salah satu lanmark di Kawasan Kota Tua Jakarta.

0 komentar:

Posting Komentar