Senin, 06 Februari 2017

Efek Negatif Dari Komsumsi Jagung


Jagung menjadi salah satu makanan banyak dipilih sebagai pengganti nasi. 

Banyak orang beranggapan jagung memiliki kandungan karbohidrat lebih rendah daripada nasi. 

Itulah sebabnya banyak pelaku diet yang mengonsumsi jagung.

Tapi, tahukah Anda menonsumsi jagung secara berlebihan justru bisa mengganggu kesehatan? Mau tahu efek negatif apa yang ditimbulkan dari konsumsi jagung secara berlebih? 

Simak ulasan yang dihimpun Solopos.com dari laman Boldsky, Selasa (31/1/2017), berikut ini:

Kurang bergizi
Jagung memang mengandung karbohidrat, tapi kurang memiliki gizi yang lain. 

Jagung juga mengandung banyak zat tepung yang berisiko menyebabkan obesitas jika terlalu sering dikonsumsi. 

Apalagi jika Anda mengonsumsi jagung manis. 

Bobot tubuh tidak akan berkurang, malah justru bertambah karena kandungan gula yang tinggi pada makanan itu.

Sulit dicerna
Jagung mengandung zat selulosa yang membuatnya sulit dicerna oleh tubuh. 

Enzim dalam tubuh tidak mampu mencerna secara sempurna jumlah jagung yang dikonsumsi tubuh. 

Kondisi ini akan membuat Anda mengalami sembelit alias susah buang air besar.

Menyebabkan peradangan usus
Kandungan lektin yang tinggi dalam jagung dapat menyebabkan peradangan usus. 

Lektin adalah protein yang hanya terdapat pada biji kacang-kacangan. 

Protein ini sebenarnya memiliki fungsi memperbarui sel-sel tubuh yang akan dipecah menjadi asam amino. 

Sayangnya, tubuh tidak mampu memecah lektin dalam jumlah berlebih. 

Tumpukan lektin di tubuh justru akan membuat peradangan usus.

Mengandung banyak pestisida
Guna menghasilkan tanaman jagung dengan hasil yang baik, para petani biasanya aan menyemprotkan pestisida. 

Pestisida merupakan semprotan yang berfungsi mengusir hama. 
Sayangnya, kandungan bahan kimia dalam pestisida yang disemprotkan ke tanaman jagung tidak akan mudah hilang hanya dengan dicuci atau bahkan di masak. 

Zat kimia dalam pestisida ini akan larut dalam darah dan menyebabkan sistem kekebalan tubuh terganggu.

0 komentar:

Poskan Komentar